Antisipasi Kebakaran Hutan, Brimob Paser Melaksanakan Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten

Tana Paser - Fenomena cuaca El Nino, yang menyebabkan hampir seluruh wilayah kepulauan Indonesia menjadi kering, bukanlah penyebab kebakaran hutan Kalimantan. Berdasarkan laporan sebuah lembaga riset, faktor manusia merupakan penyebab kebakaran hutan di sejumlah provinsi. Lebih dari 90 persen kebakaran hutan disebabkan karena manusia, atau sengaja dibakar.

Mengantisipasi hal tersebut Pemerintah Kabupaten Paser melaksanakan rapat koordinasi siaga kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, bertempat di Pendopo Kabupaten Paser. Selasa, (9/5/2017).
Acara ini dihadiri oleh instansi terkait di Kabupaten Paser, antara lain Perwakilan dari Polres, Pol PP, BPBD dan Dishub Kabupaten Paser, serta Kodim 0904/TNG dan Brimob Kompi 3 Batalyon A Pelopor yang diwakili oleh Ipda Junaidi.

Acara dibuka dengan sambutan dari bapak Muslih latif, S. Sos yang menjabat Staf ahli Bupati bidang Kesejahteraan Rakyat dan dilanjutkan dengan paparan oleh Kepala BPBD Kabupaten Paser Bapak Edward Effendi. "Kabupaten Paser memiliki potensi kebakaran lahan paling besar, karena paling banyak terjadi kebakaran lahan di Kecamatan Paser Belengkong, batu lingau (lahan sawit dan lahan hti), tanah grogot (lahan hutan, lahan kosong), oleh karena itu sebagai warga Paser hendaknya kita sama-sama mengantisipasi, saling menjaga serta mengingatkan satu sama lain." Ujar Edward Effendi.

"Pembentukan tim siaga kebakaran lahan dan hutan di tiap-tiap kecamatan juga dapat menjadi salah satu solusi, karena apabila terjadi kebakaran tim tersebut dapat bertindak memback up dahulu sembari menunggu bantuan, agar kebakaran tidak merembet lebih jauh, seperti tim tanggap bencana yang telah dibentuk Kompi 3 Batalyon A Pelopor." Ujar Danyon A Pelopor AKBP Dieno Hendro Widodo, SIK, di lain kesempatan.

Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Heri Heryandi, SIK memerintahkan kepada seluruh jajaran Satbrimob Polda Kaltim untuk selalu siaga dan tanggap dalam mengantisipasi dan penanganan kebakaran hutan. "Tangkap pelaku pembakaran hutan dan lahan, segera serahkan kepada kepolisian wilayah supaya di proses sesuai undang-undang yang berlaku, agar kedepannya tidak ada lagi masyarakat yang membakar hutan dan lahan dengan alasan apapun." Ujar Kombes Pol Heri Heryandi, SIK.