Dalam Rangka Harkitnas ke 109, Brimob Paser Ikuti Upacara Peringatan Harkitnas

TANA PASER - Pemerintah Kabupaten Tana Paser melaksanakan Upacara peringatan Hari Kembangkitan Nasional (Harkitnas) ke 109 di lapangan Pemkab Tana Paser. Senin, (22/5/2017).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Wakil Bupati Tana Paser HM Mardikansyah, S.H, M.AP, acara yang berlangsung dengan khidmat selain dihadiri oleh pelajar dan mahasiswa se-Kabupaten Paser juga di hadiri oleh seluruh instansi dan jajaran pemerintahan Kabupaten Paser, serta personel Kompi 3 Batalyon A Pelopor yang dipimpin Aipda Fendy Fathony, S.H.

Tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Tanggal tersebut diambil dari kelahiran organisasi Budi Utomo (Boedi Oetomo). Budi Utomo didirikan oleh para pelajar di School Tot Opleiding Van Inlands Artsen (STOVIA) di tahun 1908. Empat puluh tahun kemudian atau pada 1948 barulah Presiden Soekarno menetapkan 20 Mei sebagai hari bangkitnya nasionalisme.  

Latar belakang penetapan hari yang kini dikenal sebagai Kebangkitan Nasional adalah pada awal kemerdekaan, Republik Indonesia membutuhkan pemersatu. Bung Karno menilai bahwa kelahiran Budi Utomo merupakan simbol yang tepat untuk menggambarkan bagaimana bangsa Indonesia mulai bangkit untuk melawan penjajahan.

Danyon A Pelopor AKBP Dieno Hendro Widodo, S.I.K. mengatakan Kebangkitan Nasional merupakan momen dimana kesadaran bahwa semua yang hidup di Nusantara ini satu nasib. "Saya harapkan moment ini bisa menjadi kebangkitan ulang masyarakat akan kesadaran sebagai satu bangsa, yaitu bangsa yang disatukan nasib dan cita-cita, bukan suku, ras atau agama.” Tambah AKBP Dieno Hendro Widodo, S.I.K.  

Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Heri Heryandi, S.I.K. mengatakan bahwa dengan moment ini sebaiknya masyarakat dapat memperbaiki dirinya menjadi lebih baik. Jika tidak bisa memaknai Hari Kebangkitan Nasional ini dengan berusaha menjadi lebih baik, maka kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara akan semakin terpuruk, dengan terlihat dari kebodohan, kemiskinan, angka pengangguran yang makin meningkat. "Ini artinya, pesan pejuang untuk bangkit dari keterjajahan yang sesungguhnya belum tercapai." Ujar Kombes Pol Heri Heryandi, S.I.K.