Regu Patroli Brimob Amankan Pawai Kebhinekaan di Kota Balikpapan

BALIKPAPAN - Regu Patroli Brimob Batalyon A Pelopor melaksanakan Patroli pengamanan Pawai Kebhinekaan yang dilaksanakan masyarakat Kota Balikpapan bertempat di Dome Balikpapan. Sabtu, (20/5/2017).

Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk mempersatukan masyarakat khususnya masyarakat kota balikpapan agar selalu bersatu dan tidak mudah termakan isu-isu SARA yang marak bertebaran di Media Sosial yang berakibat dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Pawai dimulai dari Dome Balikpapan selanjutnya mengelilingi kota balikpapan dan kembali berakhir di Dome.

Kebhinekaan merupakan realitas bangsa yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Untuk mendorong terciptanya perdamaian dalam kehidupan Bangsa dan Negara. Kebhinekaan pun harus dimaknai masyarakat melalui pemahaman multikulturalisme dengan berlandaskan kekuatan spiritualitas. Pertama, Toleransi dapat mencairkan perbedaan menjadi persatuan sehingga tidak ada perpecahan atau konflik. Kedua, Kesatuan merupakan hal yang harus dilakukan dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan dari berbagai macam ras, suku, dan agama.

Danyon A Pelopor AKBP Dieno Hendro Widodo, S.I.K. mengatakan bahwa Kebhinekaan adalah tonggak pemersatu bangsa yang harus dipandang dengan kebanggaan. Bhineka Tunggal Ika tidak bisa dianggap hanya sekedar semboyan, melainkan di hayati, di simpan pada sanubari setiap warga negara Indonesia untuk menjaga persatuan & kesatuan negara. "Pada prinsipnya semboyan bangsa Indonesia memiliki makna yang sangat penting yaitu toleransi dan kesatuan." Tambah AKBP Dieno Hendro Widodo, S.I.K.

Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Heri Heryandi, S.I.K. memerintahkan kepada Personel Satbrimob Polda Kaltim agar selalu bersikap netral dan tidak mudah terpengaruh dalam menghadapi isu-isu Sara yang marak beredar di masyarakat.  "Masyarakat hendaknya memahami filosofi Pancasila, UUD 1945, Sumpah Pemuda 1928, serta perlu pelajaran wawasan tentang kebangsaan dan etika bermasyarakat agar kita benar2 memahami apa arti dari perbedaan itu sendiri." Ujar Heri Heryandi, S.I.K.