Masih Cari Rezeki di Tengah Wabah Covid-19, Brimob Himbau Driver Ojol Balikpapan Patuhi Physical Distancing Saat Tunggu Orderan

Kota Balikpapan, Kaltim – Masih mencari rezeki di saat wabah virus corona, patroli Brimob Kaltim himbau driver ojek online (ojol) agar patuhi jaga jarak fisik saat menunggu orderan.

Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang, SIK melalui Danyon A Pelopor AKBP Gunawan Tri Laksono, SIK meminta para driver ojol untuk memperhatikan physical distancing atau menjaga jarak fisik. Giat ini juga mengaplikasikan Bhakti Brimob Kaltim Kepada Masyarakat.

Ini penting diterapkan karena bisa menghindari penyebaran virus corona yang kian merebak di Indonesia kususnya Kaltim Kota Balikpapan.

Terlebih, Kapolri telah mengeluarkan maklumat agar masyarakat menghindari kerumunan.

“Pelayanan ojek online harus juga memperhatikan Physical Distancing atau menjaga jarak fisik khususnya saat berkumpul menunggu customer atau orderan dengan harus tetap menjaga jarak dan tidak berkumpul,” ujarnya Jumat (24/4/2020).

Bukan tanpa alasan ini karena dari hasil patroli Brimob Kaltim, di beberapa titik masih ditemukan ojek online yang berkumpul tanpa menjaga jarak baik ketika menunggu customer maupun orderan.

Diketahui Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengubah istilah sosial distancing atau menjaga jarak sosial menjadi physical distancing atau menjaga jarak fisik dalam mencegah wabah virus corona.

WHO mengubah istilah tersebut untuk merekomendasikan jarak fisik daripada jarak sosial dengan mendorong masyarakat tetap berhubungan melalui media sosial.

Imbauan untuk tetap berada di rumah selama pandemi virus corona bukan malah memutuskan kontak dengan keluarga, kerabat, teman dan sahabat.

Melainkan lebih dalam menjaga jarak secara fisik untuk memastikan penyakit corona tidak menyebar Masyarakat ‎bisa memanfaatkan teknologi informasi atau media sosial untuk interaksi sosial.

Presiden Joko Widodo juga menekankan pentingnya jaga jarak dengan orang lain demi meminimalisir penyebaran virus corona. Menjaga jarak, tidak berarti memutus kontak dengan keluarga dan teman secara sosial.