Bersinergi dengan TNI, Brimob Kawal Pos Penyekatan Kp. Baru Balikpapan


BALIKPAPAN — Kepolisian menurunkan petugas bersenjata lengkap di posko penyekatan pelabuhan penyebrangan Kampung Baru Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (13/7).

Berdasarkan pantauan tim Humas Brimob Polda Kaltim, dua petugas dari Kesatuan Brimob Polda Kaltim bersama TNI itu turut berjaga di posko penyekatan. Keduanya menggunakan roti antipeluru, helm kevlar, hingga menenteng senapan laras panjang.

“Tentunya karena ini tugas yang berisiko, artinya kita langsung berhadapan dengan situasi lapangan, rekan-rekan dari Brimob Polda Kaltim back up petugas yang lakukan pemeriksaan,” kata Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang, SIK, Selasa (13/7).

“Mereka hadir untuk memberikan rasa aman bagi petugas yang lakukan pemeriksaan,” imbuh Kombes John Huntal Sarjananto Sitanggang.

Selama PPKM darurat, insiden masyarakat yang nekat menerobos penjagaan petugas beberapa kali ditemukan.

Kombes John Huntal Sarjananto Sitanggang membenarkan bahwa kehadiran petugas bersenjata lengkap terkait dengan PPKM Darurat di Kota Balikpapan, “Ya, salah satunya karena itu”.

Masih, Dansat Brimob Polda Kaltim menuturkan bhawa pihaknya siap untuk menambah dukungan pasukan.

“Brimob Polda Kaltim siap untuk berikan bantuan dukungan pasukan penyekatan dalam rangka PPKM Darurat di Kaltim,” ucap Kombes John Huntal Sarjananto Sitanggang.

Dalam pelaksanaannya, kata John Huntal Sarjananto Sitanggang, pihaknya akan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan kekeluargaan. Di sisi lain, lanjut John Huntal, pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat untuk memahami situasi yang sedang terjadi saat ini.

“Untuk itu mari bersatu karena tanpa upaya dan sinergi semua pihak pandemi akan makin sulit ditekan. Pada masa darurat ini, TNI, Polri pemda terus melaksanakan upaya menekan angka kasus covid dengan memperketat protokol kesehatan dan percepatan vaksinasi dengan harapan dua minggu lagi kita semua mengharapkan kasus Covid-19 turun sampai angka paling rendah,” tutur Kombes John Huntal Sarjananto Sitanggang.